Kamis, 24 Agustus 2017

Membincang Tuhan bareng pak emet


Joko pemuda liar dan nakal. Dia tidak suka dibatasi oleh aturan apapun termasuk agama. "Kenakalan adalah guru terbaik" ya, memang benar pepatah yang sempat ku baca dari pemilik blog Reza nufa itu. Berbeda dengan joko, akbar adalah pemuda taat beragama, taat semua aturan sampai aturan gosok gigi dan berak pun dia selalu perhatikan. Pemuda disiplin dan selalu memperhitungkan waktu.

Keduanya seperti minyak dan air, tidak bisa diketemukan. Seperti langit dan bumi, jauh sekali. Namun tetap bisa saling berbaur dan berdialog. Joko dan akbar memang tidak pernah berpendirian sama, mereka selalu berbeda tapi asyiknya, perbedaan itu membuat mereka semakin romantis berkawan. Mereka tetap berdialog tentang agama, lebih-lebih mengenai eksistensi Tuhan.

Joko si liar, selalu mempertanyakan keberadaan Tuhan yang sering dikaitkan dengan pencipta alam ini. Apa itu Tuhan? Kalau memang Tuhan betul-betul ada, kenapa kita tidak bisa melihatnya padahal dia kan maha nampak(al-zohir)? Pertanyaan semacam ini terus bergelinding dibenak si joko.

Pernah suatu pagi, ketika keduanya duduk bersama diteras rumah pak emet lelaki tua yang senang mengajak pemuda ngopi diterasnya. Pagi itu, keduanya berdialog tentang Tuhan, Manusia dan Alam. Joko memulai dialog itu dengan statmen yang agak nyeleneh "Alam ini ada karna tiba-tiba, tidak ada sangkut paut Tuhan menciptakan alam". Akbar cengengesan, dia meneguk kopi hitam yang menggoda bibir keringnya. "Lalu jika alam ini ada karna tiba-tiba, bagaimana mungkin dia bisa bergerak dengan hukum yang begitu teratur?, lagi pula, jika kita menela'ah pendapat beberapa filsuf yunani atau pun muslim tentang yang maujud(diadakan) mereka berpendapat bahwa setiap sesuatu yang 'Ada' pasti ada yang mengadakannya(baca:menciptakannya). Lebih lanjut akbar berargumen "kopi ini ada karna pak emet mengolahnya, pak emet ada karna lahir dari rahim ibunya, ibu dari ibunnya pak emet lahir dari rahim ibunya juga sehingga akan ada miliaran ibu dan terus berputar sehingga, jika tidak ada pencipta pertama maka ia akan bertasalsul(bertalian tidak terhenti), dan ini mustahil dalam logika. Haruslah ada pengada pertama dan dia tidak diadakan sebab jika dia diadakan pasti yang mengadakannya itu butuh pengada lagi. Dan itu mumet." Lebih detail akbar berargumen "pengada pertama itulah yang disebut Tuhan, pencipta alam semesta dan ini namanya dalil kosmologi"

Mendengar argumen Akbar, joko cengengesan sembari meneguk kopinya dan sesekali nyeletuk "jika Tuhan memang menciptakan alam ini, apakah alam ini setelah diciptakan lalu ditinggalkan? Seperti pencipta jam ketika sudah menjadi jam maka dia akan terlepas dari penciptanya" pertanyaan kaum deisme, akbar bergumam dan sesekali tertawa".

Nanti malam ya kita lanjutkan, sekarang aku mau shalat dulu dan membantu ibu merapikan dagangannya. Akbar membuka telapak tangannya dan melepas senyuman lebar untuk joko. Dialog singkat itu terus terngiang di benak joko, dia dengan keras berpikir tentang Tuhan namun hasilnya tetap tidak membawakan hasil. Malah yang ada hanya kegelisahan dan kesombongan.

Malam pun tiba, akbar dan joko kembali bertemu ditempat yang sama, sebelum keduanya mulai berdialog, pak emet sedikit nyeletuk" kalian membicarakan Tuhan kok hebat betul, dia tidak bisa tergambarkan dan terdeskripsikan karna Tuhan itu unik dan tidak sama dengan sesuatu apapun. Sementara ilmu kalian tentang sesuatu pastilah itu juga 'sesuatu' jadi ilmu kalian tentang Tuhan itu tidak mewakili Tuhan itu sendiri." Mendengar argumen pak emet keduanya bengong, lalu akbar bertanya "jika Tuhan tidak bisa tergambar dan terdeskripsikan dengan apa Manusia bisa mengenalnya?".

Obrolan mereka semakin hidup dengan datangnya si lilis, wanita berkerudung panjang dengan lesung pipit yang membuat wajahnya terlihat semakin cantik. "Ini bah pisang gorengnya" ujar lilis dengan nada yang halus kepada pak emet. Seketika itu suasana agak tenang dan sepi dan dengan cepat lilis menarik dirinya dari perkumpulan manusia aneh itu.

Lanjut pak emet "manusia bisa mengenal Tuhan dengan mengenal sifatnya, sifat inilah yang menjadi jembatan antara makhluk dan Tuhannya. Dalam rumus perkenalan, seseorang bisa mengenal orang lain jika antara subjek dan objek memiliki kesamaan. Manusia bisa saling mengenal karna ada kesamaan diantara mereka, sama berbicara, berpikir, melihat dan sebagainya. Begitupun Tuhan, dari sifatnya, Tuhan memiliki kesamaan dengan makhluk-sekalipun pendapat ini ditentang oleh kaum sunni, bagi mereka dzat dan sifat Tuhan keduanya berbeda dari yang  lain- Tuhan maha alim, manusia pun dititik terendahnya juga bersifat"mengetahui", Tuhan maha mendengar, melihat begitu juga manusia. Jadi, ada jembatan penghubung antara Tuhan dan mahluk melalui sifatnya. Sehingga, bagi siapapun manusia yang mengadopsi sifat-sifat Tuhan dia akan diliputi oleh sifat ketuhanan itu sehingga jadilah dia manusia yang paripurna.

Keduanya semakin penasaran, terutama si joko. Joko kemudian bertanya" lalu manusia sebetulnya diciptakan untuk apa"? Dia kan maha sempurna, kenapa masih menuntut disembah?
Pak emet mengambil seputung roko'nya yang belum habis dia hisap. Huuuh, dia mengepulkan asap roko'nya.

Lanjut pak emet" karna alasan manusialah alam ini diciptakan, dalam hadits kudsi Tuhan berucap"jika bukan karna engkau(Muhammad) tidak akan kuciptakan alam ini. Seperti tukang kebun menanam mangga. Manusia adalah buahnya dan pohon mangga adalah alam semesta. Sekalipun buah hadir belakangan tapi buah itulah yang menjadi alasan pekebun itu menanam mangga, bukan karna pohonnya. Begitulah Rummi mengibaratkan manusia dan alam. Tuhan memang tidak membutuhkan sembahan kita, semua perintah Tuhan itu untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Termasuk mengandi dan menyembah kepadanya.

Malam semakin larut, suara jangkrik menambah rasa penasaran joko dan akbar. Merek kemudian saling menatap, ada dialog rahasia diantara mata mereka. Sepertinya penasaran akbar dan joko belum lunas. Pak emet kemudian memberi keduanya sobekan kertas yang sudah dia tulis.
Isi tulisan itu tidak panjang, hanya satu kalimat saja
     "AKU ADALAH RAHASIA YANG TERSEMBUNYI"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar